PANORAMA INDONESIA: feature biografi "ayah"

Rabu, 27 April 2016

feature biografi "ayah"

“Ayahku Satu dan Berbeda “


Berprofesi sebagai seorang petani adalah pekerjaan yang selalu menghiasi hari- hari dari sosok yang saya banggakan.Meski mungkin, bertani adalah profesi yang dianggap sebelah mata untuk sebagian orang.Bahkan,mungkin seseorang akan merasa tercoreng arang mukanya jika dirinya berada pada profesi tersebut.
Karena seperti yang kita ketahui, berprofesi sebagai seorang petani itu tidaklah mudah.Artinya seseorang itu harus berani susah dan ikhlas untuk menjalankannya.Seperti : harus mau mencangkul, kepanasan, badan pegal, harus telaten,dan harus siap menerima kenyataan jika suatu saat nanti bisa terjadi gagal panen, yang mungkin terjadi akibat hama, kebanjiran, atau juga mungkin karena tidak tersedianya pengairan yang cukup untuk tanaman yang ditanam tersebut.
Namun, hal ini berbeda dari sosok yang satu ini, beliau adalah seorang ayah yang selalu saya jadikan contoh teladan dan penyemangat bagi kehidupan saya.
Nama ayah saya adalah ASPAN DALIMUNTHE.Beliau lahir pada tanggal 19 November 1955 di Tapanuli Selatan tepatnya di desa Kotanopan,Medan,Sumatera Utara.Beliau adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara.Beliau hanya mengenyam bangku pendidikan sampai SMP.Karena keterbatasan biaya dan masih banyak tanggungan buat saudara yang lain.Beliau pun memilih untuk berhenti bersekolah dan membantu orang tua untuk mencukupi keperluan sehari- hari dengan bekerja sebagai kuli bangunan,kernet angkot,dan juga berladang di sawah.
Dari kecil beliau sudah terbiasa menggantungkannya kehidupannya dengan berprofesi bertani di area persawahan. Alasan yang membuat beliau memilih profesi bertani itu karena tidak adanya profesi lain yang sesuai dengan  pendidikan beliau, dan juga karena cuman ladang sawahlah harta yang dimiliki oleh keluarga.Menurut beliau berprofesi sebagai seorang petani sawah itu tidak menjadikan alasan beliau uuntuk merasa minder dan terpuruk,karena menurut beliau yang terpenting adalah kita hidup tidak boleh bergantung pada orang lain.Semua profesi apapun itu harus kita jalani dengan selalu merekahkan senyuman dan rasa keikhlasan, meski tanpa bisa dipungkiri setiap pekerjaan itu pasti ada hambatannya.
Sekitar tahun 1980, beliau memilih untuk merantau ke Jakarta.Beliau berangkat dengan keberanian dan tekad yang kuat.Di lingkungan yang baru ini beliau harus menyesuaikan diri,terlebih lagi beliau ikut tinggal bersama saudaranya.Tidak memiliki banyak keahlian membuat beliau harus banyak belajar dengan hal – hal baru,menerima semua pekerjaan yang selagi bisa beliau kerjakan.Menjadi kernet angkot di suatu pangkalan angkot d daerah Pulo Gadung,Jakarta Timur.Kegiatan itu mengisi hari – hari beliau yang penuh dengan banyak tantangan demi untuk tetap bisa bertahan,beliau tetap semangat.Beliau selalu menerina semua yang terjadi d kehidupannya dan tak pernah meminta lebih kepada orang lain.
Setelah mengumpulkan beberapa hasil dari kerja kerasnya,pada tahun 1990  beliau memutuskan untuk pulang dari perantauan dan kembali ke kampung halaman.Memiliki sedikit tabungan beliau pun memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya. Pada tahun 1992 beliau menikah dengan seorang gadis yang bernama WARDIAH PULUNGAN yang sekarang saya panggil Ibu.Wanita yang mendampingi hidup Ayah ini lahir di desa bernama Tombang Bustak pada tanggal 20 November tahun 1968.Terpaut usia yang lumayan jauh tidak menjadi penghalangan kebersamaan.Sama – sama berasal  dari keluarga yang hanya hidup berkecukupan membuat mereka harus tetap bekerja keras demi keluarga.Perjuangan  hidup yang mereka hadapi banyak tantangan.Setelah 3 tahun hidup bersama Ayah  dan Ibu diberi keturunan pertama, yang terlahir pada tanggal 21 Februari tahun 1995 yang diberi nama ERVIN ARIANTO DALIMUNTHE,yang hingga saat ini saya memanggilnya dengan sebutan Abang.Selang setahun kemudian diberi titipan seorang keturanan lagi,seorang anak perempuan yang terlahir pada tanggal 23 September  tahun 1996 yang diberi nama WILDA ERVITHA DALIMUNTHE,yang sekarang ini sudah berusia 20 tahun 2 bulan dan menjadi anak gadis Ayah dan Ibu satu-satunya karena keturunan Ayah dan Ibu yang terakhir adalah anak laki-laki lagi yang terlahir pada tanggal 15 Mei tahun 1999 yang diberi nama HAMID HARISMAN DALIMUNTHE.Kami tiga bersaudara yang sama-sama lahir di desa Kotanopan dan medapat sebuah marga DALIMUNTHE dari Ayah.Itu sudah menjadi tradisi adat istiadat di daerah saya bahwa seorang anak akan mendapat sebuah marga di belakang namanya yang diambil dari marga seorang Ayah.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga dengan 3 orang anak yang usianya yang tidak jauh terlalu berbeda,membuat Ayah dan Ibu semakin bekerja keras demi mencari biaya untuk bersekolah.Selain bertani di ladang sawah Ayah juga mencari penghasilan tambahan dengan berjualan ikan hasil dari lautan yang telah dikeringkan,ada yang berjenis ikan asin dan juga ikan tawar.Ikan yang dijual oleh beliau bukanlah hasil tangkapan sendiri melainkan diperoleh dari seorang saudagar ikan, tempat para nelayan laut menjual hasil tangkapan mereka.Beliau  membeli ikan yang sudah ada di saudagar ikan dan menjualnya secara eceran di pasar- pasar.Penghasilan yang Ayah peroleh dari berjualan di pasar tidaklah menentu setiap harinya.Kondisi ekonomi yang semakin hari bertambah krisis,membuat penghasilan Ayah dari berjualan tidak terlalu memadai lagi dan juga karena bertambahnya persaingan penjualan di pasar.
Sosok terhebat di mata saya ini tidaklah mengenal lelah demi merperjuangkan kebahagiaan keluarganya,karena tak hanya bertani diladang sawah,berjualan ikan dipasar,beliau juga menjadi seorang peternak.Beliau memelihara beberapa ekor sapi dan kambing.Hewan ternak tersebut bukanlah miliknya sendiri,melainkan milik saudaranya yang beliau pelihara setulus hati.Hasil dari ketekunan kerja keras beliau memelihara hewan ternak punya saudaranya, sekarang beliau sudah bisa memiliki hewan ternak sendiri,yaitu sapi dan kambing juga.
Beliau ini adalah sosok seorang Ayah yang tak pernah mengeluh,selalu rajin dan terus semangat.Beliau juga selalu meluangkan waktu untuk bisa berkempul bersama keluarga untuk berbagi cerita dan bercanda.Bagi saya,beliau adalah harta termahal yang ada dihidup saya.Seorang Ayah yang selalu sabar menghadapi sikap dan sifat ketiga anaknya.Beliau juga seorang Ayah yang lucu yang terkadang saya jadikan objek untuk tempat bergurau saya,karena beliau memiliki tinggi badan yang lebih pendek dan kecil dari Ibu ataupun dari kedua saudara saya.Ya,suasana canda tawa  dalam keluarga itulah yang saya rindukan ketika telah jauh dari mereka.
Ayah saya sosok yang luar biasa,beliau mempunyai sifat-sifat yang sangat membuat saya heran dan bangga terhadap beliau.Meski beliau memiliki turunan darah tinggi dari keluarga, beliau tidak pernah memperlihatkan kemarahannya di depan anak-anaknya.Seperti tak mempunyai rasa capek dan mengeluh.Semua yang bisa beliau kerjakan sendiri, maka beliau tidak akan meminta bantuan orang lain meskipun itu dengan anaknya sendiri.Beliau selalu menerima apa saja makanan yang dihidangkan oleh Ibu saat makan. Tambah lagi,beliau bisa menjahit jika ada pakaian beliau ataupun  anaknya yang sobek maka beliau akan menjahitnya sendiri dengan mesin jahit peninggalan Opung saya tanpa mau merepotkan Ibu saya.
Namun,terkadang saya merasa sangat khawatir dan kasihan dengan beliau yang terlalu bersemangat dengan semua kesibukan beliau.Karena beliau kini telah menginjak umur 61 tahun.Itu artinya,seharusnya beliau sudah sepantasnya tinggal duduk diam di rumah saja.Saya dan kedua saudara saya itulah yang seharusnya memenuhi kebutuhan beliau sekarang.Tetapi kami lagi berjuang menjadi anak-anak yang sukses untuk membahagiakan Ayah dan Ibu.
“Bagi Ayah hidup ini memang harus dijalani apa adanya,dan yang jadi palling penting itu adalah kejujuran.Tekun,kerja keras itu memang harus,namun tidak boleh ngoyo dan jangan muluk-muluk ,ada ALLAH SWT yang selalu bersama kita .Karena hari ini kita masih bisa melihat dunia,itu sudah nikmat yang luar biasa dan patut kita syukuri”pesan beliau.
Inilah sedikit cerita tentang Ayah saya,sosok inspirasi keluarga,sosok laki-laki hebat pemberi semangat hidup saya yang sangat luar biasa.I LoveYou AYAH...

3 komentar: